http://cursors1.totallyfreecursors.com/thumbnails/hellokitty2.gif

Pages

Selasa, 21 Mei 2013

Karya Cipta sendiri (Tugas IBD) - Cerpen

Persahabatan Fiko dan Firna
keluarga kecil yang tinggal di suatu desa yang amat indah dengan sekelilingnya dipenuhi kebun . terdapat sebuah rumah kecil yang berdiri di tanah itu. Rumah yang sangat sejuk dan menghangatkan bagi keluarga yang menempatinya, Hiduplah keluarga tersebut dengan seorang gadis kecil yang cantik jelita yang menjadi anak satu-satunya dan sekaligus anak yang sangat mereka sayangi sepenuh hati, dia bernama Firna, Firna adalah seorang yang penurut, senang membantu kedua orang tuanya yang memiliki pekerjaan sebagai petani tersebut, hari-harinya penuh dengan canda,. Namun  ada 1 buah rumah lagi yang menemani rumah itu jaraknya sekitar 3km jauhnya, hanya ada 2 buah rumah di tempat itu, betapa heningnya disana. Dirumah yang satu ini adalah sebuah keluarga berada yang merasa nyaman untuk tinnggal disebuah rumah pedesaan. Fiko., Fiko adalah nama anak nya dia sebagai teman Firna selama dia tinggal didesa tersebut. Ibu Fiko seorang ibu rumah tangga yang hobinya adalah merajut, sehingga rumahnya dipenuhi hasil karya rajutannya, kadang kala hasil rajutannya tersebut ia jual sengaja di pasar yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Ayah Fiko adalah seorang pengusaha yang setiap harinya hamper jarang bahkan tidak pernah berkunjunng ke rumahnya karena jauhnya dengan pekerjaan, ia sering kali menghampiri Fiko dan ibunya hanya apabila ia tak sibuk dan merasa sangat rindu pada keluarganya.
Firna dan Fiko masihlah amat kecil sehingga sebagai anak kecil yang normal mereka butuh bermain. Fiko adalah teman satu-satunya bagi Firna, begitupun Fiko, hampir setiap hari mereka melewati hari besama. Mereka layaknya sepasang anak kembar karena usia mereka yang terpaut satu tahun bedanya dengan Firna yang lebih tua 1 tahun dari Fiko. Setiap pagi Fiko selalu pergi menuju rumah Firna untuk membantunya sekaligus bermain di kebun milik keluarga Firna tersebut.  Ibu Firna yang setiap hari rumahnya dikunjungi Fiko sudah merasa tak asing lagi karena sudah  menganggap nya sebagai anaknya sendiri, begitupun dengan ibu Fiko.
Waktu pun semakin cepat berlalu hingga tibalah saatnya Firna dan Fiko untuk menduduki bangku sekolah. Karena mereka berdua selalu bermain bersama kemana-mana bersama hingga akhirnya orang tua mereka pun memasukkan mereka ke sekolah yang sama. Tahun ini mereka duduk di kursi Sekolah Dasar, setiap hari mereka berdua pergi ke sekolah bersama dan pulang pun bersama, kegiatan mereka berdua sekarang sudah jarang sekali untuk menghabiskan waktu bermain di kebun, hanya sesekali ketika hari libur tiba, setiap disekolah mereka pun berdua namun tak menutup kemungkinan untuk mereka berteman dengan anak-anak lain disekolahnya.
Masa-masa sekolah dasarpun dilalui Firna dan Fiko dengan penuh kenangan hingga mereka lulus dari sekolah tersebut dan seiring dengan cepatnya pertumbuhan mereka pun telah tumbuh menjadi remaja. Firna telah menjelma menjadi seorang gadis cantik, sedangkan Fiko telah berubah menjadi seorang laki-laki remaja yang cool hingga disekolah Fiko menjadi laki-laki terganteng disekolahnya hingga semua wanita yang sekolah disana merasa sangat iri melihat Firna yang selalu berduaan dengan Fiko, namun mereka tahu bahwa Firna hanyalah teman kecil Fiko dan mereka tak pernah berpacaran, maka dari itu para wanita itu pun berlomba-lomba untuk merebut hatinya Fiko sehingga hal apapun mereka lakukan termasuk mendekati Firna untuk mendekatkannya dengan Fiko. Firna pun sadar bahwa temannya itu telah menjadi popular disekolahnya, sehingga Firna merasa terganggu dengan tingkah para wanita-wanita disekolahnya. Namun disisi lain Fiko tak pernah merespon ulah para wanita disekolahnya itu ia hanya menanggapinya dengan diam. Fiko adalah pria yang sangat cool dan baik, ia hanya melemparkan senyuman manisnya setiap kali para wanita disekolahnya menyapanya, hal itulah yang membuat para wanita itu menjadi tergil-gila padanya. Sementara itu saat perjalanan pulang Firna bermaksud menyela Fiko.
“Fiko, waaah kamu jadi pangeran yah disekolah ini, aku tidak pernah nangka sama kamu, tapi kenapa kamu mengabaikan mereka yang sangat cantik-cantik itu?’
“Agh, apaan sih kamu, mereka itu bukan tipeku tau?”
“gimana sih kamu, mereka itu sudah cantik, seksi pula, kamu itu laki-laki apa bukan sih, masa tidak tertarik satupun pada mereka.”
‘sudah ah, aku tidak mau membahas itu, Fir, aku mau ke toko buku dahulu, apa kau mau menemaniku?’
“oke baiklah aku juga sedikit malas untuk pulang kerumah. Tapi nanti kamu belikan aku ice cream kesukaanku yah.”
“dasar kau ini, baiklah” ucap Fiko sambil mengacak-acak rambut Firna. Mereka pun berjalan menuju tempat toko buku yang berada cukup jauh dari sekolahnya sehingga mereka harus menaiki kendaraan umum untuk tiba disana, mereka pun menaiki sebuah shuttle bus menuju Mall yang akan mereka kunjungi. Diperjalanan mereka bercanda dengan riang. Sampai akhirnya tiba di sebuah Mall di kota seoul. Mereka pun segera menuju ke tempat toko buku untuk mencari sebuah buku yang ingin dibeli Fiko.
“Fik, kamu cari buku apa memangnya?”
“aku mau cari buku tentang bisnis”
“mmh bisnis?”
“kenapa kamu sangat tertarik sekali untuk berbisnis sih fik?”
“ aku suka dengan bisnis, lagi pula aku akan menggatikan bisnis ayahku nantinya”
Meskipun Fiko masih anak SMA biasa, namuun ia telah memikirkan masa depannya yang akan ia raih di masa depan nanti, dia memang berbeda dengan para remaja lainnya yang tengah asik menikmati masa-masa remajanya sementara itu ia menghabiskan hobinya dengan mempelajari tentang bisnis, sementara itu Firna yang bercita-cita ingin menjadi seorang Gardener dan memiliki banyak kebun berhektar-hektar yang ia impikan. Karena ia terobsesi dengan pekerjaan ayahnya dan sekaligus ingin meneruskan usaha ayahnya itu. Maka dari itu Firna setiap libur selalu membantu ayahnya menanam maupun memanen sayuran atau apapun. Setelah 2 jam mereka berada didalam toko buku tersebut, akhirnya Fiko menemukan buku yang ia inginkan.
“Fir, sudah ketemu nih, ayo kita bayar dulu.”
“baiklah, Fik tadi aku sempat baca buku-buku mengenai tanaman disana, aku punya sedikit pengetahuan baru tentang bagaimana membuat tanaman cepat tumbuh dan tahan lama.”
“benarkah, kenapa tidak dibeli saja?”
“ ah tidak usah, aku tidak membawa uang yang cukup untuk membelinya.”
“bisa pakai uangku, mau tak?”
“tidak usah, aku nunggu diluar saja yah.”
Sementara Firna keluar, Fiko kembali menuju rak buku kembali mengambil buku yang sempat dibaca Firna yang ia lihat tadi, maka Fiko berniat untuk membelikannya karena ia melihat Firna sangat serius membaca buku itu, tanpa seepengetahuan Firna, ia akan membelikannya untuk Firna. Setelah membayar buku tersebut, Fiko segera menghampiri Firna yang tengah menunggu dipinggir toko buku tersebut.
“Ayo, sudah nih.”
“ice cream! Mana upahnya belikan aku ice cream”
“iya, iya ayo kita ke toko ice cream.”
Mereka pun menuju toko penjual ice cream dan memesan dua ice crem, setelah menikmati ice cream  akhirnya Firna pun puas dan tak terasa hari sudah menjelang sore, maka Fiko berniat untuk mengajak Firna pulang kerumah.
“Fir, sudah sore nih, pulang yuk?” mendengar Fiko berbicara Firna pun segera meraih jam tangannya dan melihat pukul berapa.
“tak terasa sudah sore. Ayo.”
Mereka pun bergegas menuju tempat shuttle bus dan akhirnya nasib mereka beruntung tak harus menunggu lama, bus yang mereka tunggu akirnya tiba dengan lebih cepat maka mereka pun langsung segera menaiki bus itu dan sgera duduk. Diperjalanan Firna terasa sangat lelah hingga diapun merasa sangat ngantuk dan beberapa menit kemudian tak sadar Firna meletakkan kepalanya di bahu Fiko, yang membuat Fiko terkejut. Ternyata Firna telah tertidur pulas dalam perjalanannya. Fiko pun hanya bisa tersenyum melihat Firna tertidur dengan sangat pulas nya sambil menyelipkan rambut Firna ke telinganya yang telah menutupi wajahnya itu dan mengelus kepala Firna. Perjalanan selama setengah jam menuju tempat mereka akhirnya pun tiba. Fiko membangunkan Firna yang sejak tadi tertidur dengan memegang tangannya dan menggoyang-goyangkannya sambil mengatakan.
“ Fir, bangun sudah sampai nih!”
Firna pun terkejut ketika Fiko membangunkannya dan segera mengangkat kepalanya yang bersandar di bahu Fiko. Lalu berkata dengan lemasnya pertanda ia masih ingin tidur.
“sudah sampai ternyata” sambil mengucek-ngucekkan matanya dan merapikan dandanannya. Merekapun segera beranjak dari tempat duduk dan menuju keluar turun dari shuttle bus itu. Sementara itu rumah mereka masih sangatlah jauh perlu waktu satu jam untuk tiba dirumah mereka. Fiko mengambil sepeda yang biasa ia kendarai menuju sekolah bersama Firna yang telah sebelemunya ia titipkan di tempat penitipan. Dan segera mengambilnya dan menyuruh Firna untuk segera naik dan pulang kerumah.
“Fir, naik.” Firna pun langsung segera naik dan berpegangan pada pinggang Fiko. Mereka pun lalu melaju untuk pulang kerumah. Sepanjang perjalanan, Firna malah tertidur kembali bersandar dipundak Fiko. Fiko merasa ada hal yang aneh dengan Firna mengapa sepanjang perjalanan Firna berdiam diri tak berbicara sepatah kata pun. Sampai akhirnya Fiko pun penasaran dan menghentikan kayuhan sepedanya. Dan menengok kebelakang ternyata ia menemukan Firna yang tertidur pulas bersandar dipunggungnya. Seolah tak mau menganggu Firna dari tidurnya, Fiko pun meraih tangan Firna untuk mengeratkan pegangan ke pinggangnya. Fiko melanjutkan perjalanannya dan setelah beberapa menit kemudian tibalah didepn rumah Firna, serontak Firna terbangun sebelum Fiko menyuruhnya bangun.
“ sudah sampai ternyata, aku tidur lagi yah, maaf yah aku sangat ngantuk. Aku menyusahkanmu maaf yah.”
“Taka apa, sudah masuk sana, dan tidur yang nyaman yah, aku pulang.”
Setelah menyuruh Firna masuk Fiko langsung bergegas pulang mengayuh sepedanya kembali dan melambaikan tangan pada Firna. Sementara itu Firna hanya tersenyum melihat tingkah Fiko.
Pagi ini Fiko seperti biasa menjemput Firna untuk berangkat kesekolah bersama-sama. Ia pun segera mengambil sepedanya di bagasi rumahnya dan segera mengayuh sepedanya menuju rumah Firna. Sementara itu Firna tengah bersiap-siap merapikan seragamnya. Disisi lain Fiko telah menunggunya di halaman rumahnya dengan duduk diatas sepedanya. Fiko melihat kea rah jendela kamar Firrna yang menyaksikan Firna telah berias didepan kaca. Dengan sadar Firna melihat Fiko tengah mengamatinya dibawah dan langsung melambaikan tangannya kepada Fiko seolah pertanda bahwa Firna akan segera keluar dari kamarnya dan bersiap berangkat kesekolah. Firna pun turun dari kamarnya dan menyapa ibunya yang telah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Namun Firna terlalu sangat terburu-buru karena ia tak mau Fiko menunggunya lama. Ibunya pun membiarkan ia untuk sarapan dahulu.
“Fir, sarapan dulu.”
“Ga mah, aku sudah ditunggu Fiko.’
“Tapi setidaknya kamu minum susunya sedikit dan bawa sandwichnya makan diperjalanan.” Seolah tak ingin menngecewakan ibunya Firna pun menuruti perkataan ibunya dan membawa sandwich di tangannya dua potong untuk diberikan pada Fiko.
“Udah mah, aku berangkat yah.”
Setelah meraihnya Firna pun segera mencium tangan ibunya lalu segera menuju keluar menemui Fiko. Fiko dengan wajah musamnya pertanda ia kesal telah lama menunggu Firna. Namu Firna punya caranya sendii untuk membuat Fiko tak marah lagi.
“ maaf yah lama, ini sandwich makan dulu.” Sambil menyodorkan sepotong sandwich pada Fiko. Namun Fiko menolaknya karena mereka sudah terlambat. Melihat Reaksi Fiko Firna pun menyesal. Dan langsung segera duduk di boncengan belakang sepeda Fiko. Seolah tak ingin Fiko terlalu terburu-buru pada perjalanan mereka menuju sekolah.
“Fiko, hati-hati bawa sepedanya, jangan terllu terburu-buru lah. Kamu sudah sarapan belum?’
“Tapi karena kamu, kita sudah telat ini. Aku sudah sarapan tadi.”
“ makan lah sandwich ini, aku sudah kenyang. Aku suapin yah mau yah.” Fiko tak ingin mengecewakan Firna maka ia segera menganggukkan pertanda ia ingin memakan sandwich itu. Melihat reaksi Fiko, Firna segera menyuapkan sandwich itu kemulut Fiko, dengan hati-hati. Dan Fiko pun memakannya dengan lahap. Akhirnya mereka tiba digerbang sekolah. Sebentar lagi gerbang itu akan ditutup oleh satpam mereka. Namun dengan kayuhan yang sangat kencang Fiko berhasil menerobos masuk ke halaman sekolah. Hal itu menandakan bahwa pelajaran pertama sudah dimulai di sekolah mereka. Dan mereka telat karena pada saat itu pelajaran kimia dengan guru mereka yang sangat galak maka siapa murid yang terlambat tidak diperbolehkan masuk pelajarannya apapun alasannya. Firna lupa bahwa hari itu pelajaran ibu Bety, sementara itu Fiko sangat panic dan langsung menuju parkiran untuk meletakkan sepedanya. Setelah menaruh sepeda dan menguncinya Fiko segera menarik tangan Firna untuk segera berlari dengannya.
“ Ayo, kita telat. Ini pelajaran ibu Bety.” Mendengar apa yang Fiko katakana Firna baru menyadarinya bahwa hari ini pelajaran si guru yang sangat dibenci Firna. Selain ia tak suka dengan pelajaran kimia ditambah dengan gurunya yang galak membuat Firna hanya setengah sadar mengikuti pelajarannya. Meskipun setiap kali ia mendengarkan apa yang Ibu Bety jelaskan dan melihatnya dengan seksama namun pikirannya tak pernah berada pada pelajaran.
“aku lupa! Ayo kita lari” mereka pun lari menuju kelas mereka. Firna dan Fiko berada dikelas yang sama untuk kelas 1 Sma ini dan seterusnya sampai lulus mereka akan berada di kelas yang sama, karena peraturan di sekolah ini tidak ada pengacakan murid saat mereka pindah kelas. Karena dikhawatirkan adanya kecemburuan serta perkelahian jika teman mereka dipisahkan dengan banyak yang memprotes ke sekolah. Memang aneh namun seperti itulah peraturan sekolah mereka. Setelah tiba didepan kelas, ternyata bu Bety belum masuk kekelas, sepertinya ia agak terlambat. Itu merupakan sebuah keberunttungan bagi mereka karena bu Bety tak pernah terlambat selama mengajar dan tak pernah absen. Ia selalu giat mengajar dan dating dengan on time. Mereka pun menarik napas lega dan segera menduduki bangku mereka masing-masing. Sampai akhirnya Firna heran mengapa ibu Bety tiba-tiba terlambat. Namun ia tak mau menanyakannya karena sudah sangat bahagia jika kalau saja ibu Bety tidak masuk. Seorang ketua kelas mereka pun masuk dan mengumumkan sesuatu.
“teman-teman, ibu Bety hari ini tidak masuk karena ada keperluan mendesak namun ia memberikan tugas.” Mendengar perkataan itu Firna sangat merdeka alih-alih keinginannya tercapai. Namun ia kecewa karena harus ada tugas, namun hal itu meringankan ketimbang ia harus melihat orangnya yang seram. Anak- anak kelas itu pun semuanya besorak dan riuh antara bahagia dan kecewa.
Bel pulang pun berbunyi, Fiko dan Firna pun segera menuju parkiran sepeda Fiko untuk pulang bersama seperti biasa. Setelah Fiko membawa sepedanya dan Firna telah berada di tempat duduknya untuk bersiap dibonceng mereka pun segera bergegas pulang dan anak-anak wanita disekolah itu merasa iri dan bergurau melihat Firna diboncengi Fiko yang menjadi idola disekolahnya. Anak-anak itu pun memperhatikan mereka sampai jejak mereka hilang setelah melintasi gerbang sekolah.
Setelah 3 tahun sekolah akhirnya tiba pada saat mereka akan menjadi anak kelas tiga yang sebentar lagi akan lulus. Saat ini pergantian semester yang menjadikan bahwa mereka sudah kelas 3 sma. Setiap harinya Firna sibuk tengah belajar untuk bersiap-siap menghadapi ujian namun waktu ia untuk bertemu Fiko tak pernah absen karena mereka mengikuti bimbel bersama yang dipanggil oleh orang tua Fiko untuk mereka sehingga mereka setiap pulang sekolah belajar kembali bersama dirumah Fiko.
“ Fik, aku ganti baju dahulu setelah itu aku kerumahmu.”
“yasudah, aku tunggu.’
Setelah pulang kerumah masing-masing sementara di rumah Fiko, ia telah disambut oleh ibunya. Yang menunggunya didepan gerbang lalu membukakan pintu gerbang untuk Fiko. Tak biasanya memang, Fiko pun sedikit heran dan bergumam dalam hati mengapa ibunya tak biasa seperti ini. Setelah masuk ke rumah dan Fiko mengganti seragamnya ia langsung menuju dapur dan makan siang. Ibunya telah menunggunya di meja makan.
“ Mah, hari ini makan apa? Aku lapar sekali.”
“ makanan kesukaanmu. Ikan Mas dan sayur capcai. Makan yang banyak yah.”
“waah special sekali hari ini, ada apa Mah?”
“Tidak ada apa-apa hanya saja kamu sudah lama tidak makan makanan kesukaanmu kan?”
“ ia sih, mama tidak makan?”
“ Mama akan makan, sejak tadi lama menunggu kamu pulang, karena sudah tidak sabar untuk makan bersama seperti ini, setelah selama ini kamu sibuk belajar mempersiapkan ujian.”
“ yasudah mari kita makan mah.”
Mereka pun makan bersama, setelah selesai makan ibu Fiko belum beranjak dari kursinya dan masih memperhatikan Fiko yang tengah makan dengan lahapnya. Sampai Fiko merasa aneh ibunya memperhatikannya begitu sejak dari tadi. Fiko pun selesai menyantap makan siangnya.
“ kenapa sih Mama dari tadi lihat aku seperti itu? Ada yang salah yah dengan cara makanku?”
“ Tidak hanya saja Mama berfikir bahwa anak mama ini sudah semakin besar, sebentar lagi kau akan keluar dari sekolah.”
“ ia lah mah, memangnya aku akan menjadi anak kecil saja.”
Namun tiba-tiba wajah ibu Fiko berubah dengan begitu sangat serius, seolah ada suatu hal penting yang akan dibicarakan. Fiko menyadarinya dan ia langsung penasaran.
“kenapa mah?”
“ Fik, begini. Mama dan Papa sudah merencanakan masa depanmu. Mama sama Pama ingin kamu melanjutkan kuliah ke luar negri. Papa tau kamu sangat tertarik dengan bisnis, dan ia pun menyadari kau menurunkan bakatnya, maka untuk mengembangkannya Papa tau dimana tempat study untuk bisnis yang baik yaitu ke Amerika. Papa sudah mempersiapkannya dari sekarang alih-alih kamu akan menyetujuinya dan nanti Mama akan mengurus semua kelengkapanmu. Namun Mama sendiri akan pindah ke tempat Papa untuk menjaga Papamu disana.”
“ Luar negri? Memang hal ini sangat aku inginkan. Tapi aku akan memikirkan ini terlebih dahulu Mah, untuk memantapkan keinginnku.”
“baiklah Mama juga tidak terlalu memaksakanmu. Mama tau kamu bisa memilih yang terbaik untukmu.”
Mendengar perkataan ibunya tadi Fiko tengah memikirkan hal itu dikamarnya disatu sisi ia senang bisa mewujudkan impiannya selama ini, disisi lain ia sedih bahwa harus meninggalkan Firna dan tak mungkin bersama-sama apabila ia pergi keluar negeri. Namun iapun berfikir bahwa tidak harus selamanya ia akan bersama-sama dengan Firna karena impian mereka pun berbeda-beda. Sementara itu ia pun masih bisa bertemu dengan Firna jika liburan nanti.
Ke esokan harinya seperti biasa Fiko menjemput Firna untuk pergi bersama ke sekolah. Namun ada hal yang berbeda dari Fiko hari ini. Firna menemukan kejanggalan itu, sepanjang perjalanan Fiko hanya berdiam diri tanpa sepatah katapun. Hal itu membuat Firna khawatir padanya.
“ Fiko, kenapa? Kamu sakit?”
“ah tidak, aku sehat- sehat saja. Kenapa?”
‘tapi kenapa sejak tadi kamu diam?”
“ tidak ada apa-apa hanya ingin diam saja.”
“begitu, kalau ada apa pun kamu tidak usah sungkan untuk cerita padaku, kamu kan tahu aku akan selalu setia mendengar keluhanmu.”
“ aku tahu itu,  aku senang selama ini kita selalu bersama-sama, bermain bersama, sekolah, belajar dan saling curhat bersama.”
“ kenapa tiba-tiba kamu berbicara seperti itu?”
Merasa ada hal aneh lagi setelah Fiko berbicara seperti itu maka Firna pun bertanya-tanya pada dirinya sendiri ada apa dengan temannya ini. Sampai akhirnya mereka pun terdiam kembali dalam perjalanan dan tibalah mereka di sekolah. Hari ini pelajaran sangat menyenangkan Firna selalu menyukai setiap pelajaran hari itu, karena ada pelajaran olahraga yang gurunya sangat tampan dan ia menyukainya yang membuatnya selalu bersemangat mengikutinya. Pelajaran disekolahpun telah selesai semua dan kini waktunya mereka untuk pulang. Seperti biasa Firna dan Fiko menuju parkiran dan pulang bersama dengan sepeda Fiko. Sementara itu Fiko masih saja terdiam, terlebih lagi saat dikelas Firna sempat memperhatikan Fiko yang berdiam diri meski keadaan dikelas mereka selalu riuh. dengan masing-masing kegiatan mereka.
“Fir, kita ke danau dulu yah, kita sudah lama tidak kesana.’
Mendengar itu Firna sangat senang karena memang mereka sudah sangat lama tidak pernah berkunjung ke tempat itu setelah terakhir kali Firna tercebur sewaktu kecil dan orang tua mereka tak pernah membiarkan mereka untuk ke tempat itu lagi. Namun kini mereka sudah bukan anak-anak lagi jadi tidak ada alas an untuk kesana. Memang di desa mereka ada sungai yang tersembunyi disana tanpa diketahui orang. Disana mereka menyebutnya sebagai surga karena tempat yang indah serta pemandangannya juga.
“ ayo, kita sudah lama sekali yah, tidak berkunjung kesana, gara-gara aku dulu pernah tercebur, lucu yah saat kamu berteriak karena tak bisa menolongku.”
“ ia aku panic, lalu aku berlari kerumah dengan menangis meminta pertolongan, aku takut kamu akan mati tenggelam dan aku berfikir jika kamu mati maka aku tak akan punya teman disini.”
“ jadi saat itu kamu sangat takut. Dan saat kejadian itu kamu tau kan kalau aku jadi takut berenang karena trauma.”
“ ia, lucu juga yah saat itu kamu berada di tepi sungai hanya untuk mengambil bunga disana, dan kamu tak bisa meraihnya karena bunga itu cukup suliit untuk dijangkau, tapi maafkan aku karena pada saat itu aku mencoba untuk bersembunyi dan bermaksud membuatmu panic saat kamu kembali aku tidak ada, karena aku mengumpat dibalik pohon. Namun saat aku lama menunggu kamu tak memanggilku, aku keluar dari persembunyianku dan panic ketika kamu sudah tercebur kedalam danau.”
Tibalah mereka di tepi danau, Firna beranjak dari sepeda lalu ia segera berlari menuju pendopo yang ada sejak dahulu di tepi danau itu sementara Fiko tengah menyandarkan sepedanya pada salah satu pohon di dekat pendopo itu. Fiko pun duduk disamping Firna. Mereka terdiam bersama merasakan betapa nyyamannya di tempat itu seakan semuanya terasa nyaman.  Setelah lama menikmati suasana akhirnya Fiko mencoba untuk mengatakan sesuatu pada Firna. Seketika Fiko pun sangat serius dan berbicara dengan suara yang tegas.
“ Fir, aku mau bicara sesuatu pada mu.”
Firna langsung memutarkan badannya dan menatap Fiko dengan seksama. Seolah ia tau bahwa Fiko akan mengataakan sesuatu hal yang sangat penting padanya. Firna menatap Fiko begitu lamanya.
“ iya Fiko, ada apa?”
“ Fir, setelah lulus aku akan melanjutkan kuliah ke luar negeri, aku akan ke Amerika. Papa sangat menginginkan aku untuk kuliah disana karena ia tau aku sangat terobsesi untuk mempelajari tentang bisnis.”
Mendengar Fiko mengutarakan maksudnya, wajahnya berubah seketika menjadi murung. Namun Fiko mengusap kepalanya seolah tak ingin membuatnya merasa sedih.
“ tapi kan kita masih bisa tetap berteman dan berkomunikasi dengan banyak media, kita bisa email-emailan, vidcall. Banyak lagi. Aku berjanji nanti liburan kuliah aku akan mengajakmu kesana liburan bersama.”
“aku ga apa-apa Fiko, aku hhanya tidak percaya kalau kamu bisa meraih masa depanmu.”
Namun Fiko tau bahwa Firna berbicara seperti itu hanya untuk menghibur dirinya sendiri, ia tau hati Firna sangat sedih. Fiko segera mendekatkan diri pada Firna dan memeluknya erat.
“ Fir, kamu akan selalu ada dihati aku, selamanya kita akan bersama meskipun jarak yang memisahkan namun aku tetap dihatimu.”
Firna kaget dengan ucapan Fiko, ia melepaskan pelukan Fiko dan memandangnya penuh pertanyaan. “ apa maksudmu?”
“ a….a….aku mau kita selalu bersama seperti ini, kamu tau kenapa aku tidak pernah tertarik pada wanita lain karena aku sudah melihatmu. Mungkin ini terjadi karena kita selalu bersama-sama sejak kecil sehingga aku ingin selalu menjagamu dan merasa nyaman denganmu.”
“ Fik, aku takut perasaanmu akan berubah ketika kau sudah menemukan wanita yang lebih baik dari aku disana.’
“ Kamu harus janji, aku juga janji bahwa aku tak akan selalu mengingatmu dan kamu akan selalu menyemangati hidupku. Lalu apa cita-citamu setelah lulus?”
“aku akan kuliah di jurusan pertanian, karena aku akan mewujudkan mimpiku untuk menjadi seorang Gardener, dan aku akan mencoba sambil membuat kebun botani dirumahku.”
“ bagaimana kalau sebagai hadiah untuk kepergianku agar kamu bisa mengingatku sampai aku kembali, aku akan membuat kan kebun bunga yang selama ini kau impikan.”
“boleh juga, tapi justru bukankah itu akan membuatku semakin sedih karena akan setiap hari mengingatmu Fik.”
“Kamu tau kan, selama ini aku tidak pernah dengan siapapun kecuali kamu, itu karena aku tak ingin terpisah dengan mu Fir.”
“ Aku percaya padamu Fik.”
Ucap Firna sembari menatap Fiko dalam-dalam. Selama beberapa detik mereka terdiam sejenak, hingga Firna menyadari bahwa hari telah sore, sehingga mereka memutuskan untuk pulang kerumah. Hari ini adalah hari minggu, Fiko berencana untuk membuatkan kebun bunga untuk Firna karena apabila dia membuatkannya dari saat ini maka kebun itu akan tumbuh besar setelah 4 tahun kemudian. Maka dari itu, Fiko sejak subuh buta ia pergi ke pasar kebun didekat taman sekolah, ia membeli banyak rupa-rupa tanaman yang ia bawa di sepedanya dengan menggendong banyak plastic-plastik tanaman. Setelah berbelanja Fiko bergegas menuju rumah Firna dan langsung mempersiapkan semuanya sebelum Firna terbangun dari tidurnya. Matahari pun berubah menjadi semakin terik, hingga kedua orang Firna mengetahui kegiatan Fiko, ibu Firna yang melihat aksi Fiko segera bergegas menuju halaman rumahnya untuk menemui Fiko. Fiko tak mengetahui kedatangan ibunya Firna yang serontak membuat ia terkejut.
“Fik, kamu sedang apa pagi-pagi seperti ini?”
“ah ibu, mengejutkan saja. Sebelumnya aku minta izin bu, karena Firna sangat menginginkan untuk membuat kebun bunga maka aku akan membuatkannya kebun bunga sekarang. Tidak apa kan bu kalau aku meminjam taman keil ini?”
“ jadi begitu, ya sudah. Lagi pula halaman ini dibuat kosong setelah ayah Firna tak menanam kentang lagi.”
Setelah mengetahui maksud Fiko, ibu Firna pun segera masuk kedalam rumah kembali. Tiba-tiba akhirnya Firna terbangun namun ia tak sadar dengan apa yang terjadi dihalaman rumahnya. Sampai akhirnya Firna mengetahui kegiatan Fiko setelah ia membuka jendela kamarnya. Penasaran dengan apa yang dilakukan Fiko, ia pun segera menuju halaman rumahnya menghampiri Fiko dan mengejutkannya pula.
“ Hey, sedang apa kau?”
“ wooaahh kau! Aku akan buatkan kamu kebunnya sekarang ya, mumpung ada waktu dan aku ingat” sambil mengerdikkan matanya ke Firna. Dengan antusiasnya Firna pun segera membantu Fiko tanpa ingat bahwa dia belum membersihkan diri. Hingga menjelang sore mereka mengerjakan semuanya diiringi dengan candaan yang khas dari mereka. Hingga menjelang malam mereka pun selesai mengerjakan semuanya. Semenjak dibuatkannya kebun bunga baru Firna setiap hari sangat rajin merawat bunga-bunga itu.
Saatnya tiba detik-detik menjelang kelulusan di SMA mereka. Pagi buta Firna bersama keluarga juga Fiko dengan keluarganya menuju Sekolah dengan menggunakan mobil ayah Fiko. Setiba di sekolah mereka sekeluarga berkumpul disebuah aula yang akan menyelenggarakan acara kelulusan hari itu. Acara sudah dimulai beberapa jam kemudian karena mereka telat diakibatkan menunggu Firna yang sibuk dandan. Kini tibalah pada acara yang sangat ditunggu-tunggu yaitu pengumuman kelulusan. Setelah proses pelepasan selesai kedua keluuarga itu pun dirundung rasa bahagia namun sesaat Firna teringat akan kepergian Fiko setelah kelulusan ini. Mereka semua pun akhirnya menuju perjalanan puang ke rumah, disepanjang jalan keluarga Fiko membicarakan mengenai kuliah Fiko yang akan diberangkatkan keluar Negeri, kedua orang tua Firna sangat senang mendengar berita tersebut, namun lain halnya dengan Firna yang berdiam diri hingga Fiko memperhatikannya dengan cemas disepanjang perjalanan itu.
2 Minggu kemudian…..
Hari ini adalah hari dimana keberangkatan Fiko ke Amerika. Fiko dan keluarga tengah sibuk mempersiapkan barang-baraang bawaan Fiko, Firna dan keluarganya pun ada disana untuk mengantarkan Fiko. Dikamarnya Fiko sedang mengamati foto-foto masa kecilnya bersama Firna, ia sempat meneteskan air mata karena mereka untuk selama 17 tahun ini akan berpisah untuk pertama kalinya, Firna yang menghampri Fiko dan mengamati apa yang sedang Fiko lakukan ia pun berada di samping Fiko dan mencoba untuk membuat Fiko tak merasa sedih.
“ Foto aku lucu banget yah, betapa cantiknya. Tapi siapa laki-laki ini cupu sekali yah.”
“ aku akan merindukanmu nanti disana, jadi aku harus membawa foto ini.”
“ Kenapa kamu tidak membawa fotoku yang sekarang?, lebih cantik dari waktu kecil.”
Candanya seolah menyembunyikan rasa sedihnya. Ibu Fiko pun telah siap menyelesaikan semuanya, ia memanggil Fiko dan Firna untuk seger turun dan bersiap-siap berangkat. Setiba di bandara Firna dan Fiko pun menghilang dari kedua orang tua mereka. Mereka berdua tampaknya ingin membicarakan sesuatu hal yang akan mereka ingat selamanya.
“ Fir, kamu sabar yah nunggu aku. Aku janji akan sering menghubungimu. Bahkan kegiatan setiap hariku akan aku bagi bersamamu.”
“ iya Fik, satu hal kamu harus jaga kesehatan, belajar yang rajin serta tingkatkan prestasimu yah. Jangan pernah kamu kecewakan temanmu ini.”
Saat- saat seperti itu Firna masih bercanda yang membuat Fiko yang tadinya serius berubah dengan memasang muka garang. Setelah mengutarakan apa keinginan keduanya akhirnya mereka pun pergi menemui kedua orang tua mereka.
“ kemana si Fiko dan Firna ini, kenapa mereka menghilang. Keberangkatannya kan 5 menit lagi.” Ucap ibu Fiko. Sementara itu ayah Firna yang melihat kedatangan mereka berpaling kearahnya dan menunjuk mereka.
“ itu mereka disana.”
“ maaf Mah, pah. Kita tadi pergi beli minum dahulu sembari menghabiskan waktu terakhir kita, Fiko kan tidak bisa bertemu Firna setiap hari lagi nantinya.”
“ begitu, sesuka kalian lah, puas-puaskan. Fir, nanti liburan kamu bisa ikut tante ke tempat Fiko.”
“ serius tante, tidak keberatan membawaku kesana. Kalau merepotkan bagaimana”
“ ia mah, Firna kan orangnya sering merepotkan. Tidak usah diajak lah mah.”
Gurauan Fiko yang telah membuat Firna sedikit marah padanya. Akhirnya pengumuman keberangkatan pun akhirnya terdengar, sehingga Fiko pun harus segera cepat-cepat meninggalkan keluarga nya dan keluarga Firna. Namun sebelumnya ia sudah terlebuh dahulu mencium tangan orang tua tersebut. Sesampainya pada Firna ia pun merangkul dan memeluk Firna denga erat sehingga membuat Firna merasa tercekik. Namun Firna memahami hal tersebut dan ia pun langsung melepaskan pelukan Fiko.
“ sudah sana, sudah telat.”
“ baiklah semuanya, aku pergi doakan aku disana yah.”
Teriak Fiko dari kejauhan sembari melambaikan tangan nya, yang membuat mata Firna berkaca-kaca. Kehidupan yang berbedapun telah mereka jalani. Sesuai janjinya Fiko selalu mengabari Firna lewat jejaring social. Kini Firna pun mampu mewujudkan cita-citanya yang ingin kuliah di jurusan pertanian, hingga ia pun semakin bersemangat untuk menciptakan hal-hal baru. Taman bunga yang Fiko buatpun akhirnya kini menjadi tumbuh besar dan cantik, ditambah semakin luas pekarangannya. Meski mereka dipisahkan oleh jarak namun persahabatan diantara keduanya tak terhalangi oleh apapun.
4 tahun berlalu…
Kelulusan pun telah menghampiri keduanya. Hari ini Fiko berencana pulang ke Indonesia namun ia tak mengabari Firna hanya memberitahu kedua orang tuanya saja namun itupun dimintanya untuk merahasiakannya dari Firna. Fiko mengendarai sebuah sedan BMW dengan mengenakan kaos putih dibalut cardigan coklat dengan jeans berwarna hitam serta sepatu kets yang sangat cocok untuk posturnya yang tinggi memarkirkan mobilnya didepan gerbang halaman rumah Firna yang membuat Firna tercengah seketika disaat ia sedang menyiram tanaman-tanamannya. Fiko pun keluar dari mobilnya, sementara itu Firna tercengong melihat siapa yang datang, ia sempat tak tau siapa yang datang saat itu. Namun Fiko membawakan setangkai bunga mawar untuknya. Disitu Firna mengingat bahwa seseorang yang tahu ia menyukai bunga hanyalah teman kecilnya yaitu Fiko. Mengetahui ancah-ancah itu Fiko, Firna segera berlari menghampiri Fiko dengan mata berkaca- kaca dan memeluknya erat.
The end………….

Minggu, 12 Mei 2013

Tugas ke 2 IBD


1.   Perkembangan budaya manusia menimbulkan masalah budaya yang berdampak positif dan negative. Sebutkan dampak positif dan negative tersebut beserta contohnya.

·         Contoh permasalah budaya yang terjadi yaitu pengaruh budaya Asing di Indonesia
 Dampak Positif
a.   Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
b.   Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c.   Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
      Dampak Negatif
a.       Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b.      Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c.       Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budayanegatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, remaja lebih menyukai dance dan lagu barat dibandingkan tarian dari Indonesia dan lagu-lagu Indonesia, dan lainnya. Hal ini terjadi karena kita sebagai penerus bangsa tidak bangga terhadap sesutu milik bangsa.
d.      Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan social menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin bias merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.
Berikut dampak kebudayaan Indonesia bagi masyarakat, antara lain:
Ø  1.Pengaruh Positif dapat berupa :
1.Peningkatan dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi.
2.Terjadinya pergeseran struktur kekuasaan dari otokrasi menjadi oligarki.
3.Mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global.
4.Tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
5.Tidak berseberangan dengan desentralisasi.
6.Bukan penyebab krisis ekonomi.
Ø  2.Pengaruh Negatif berupa :
1.Menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial. Masyarakat akan minder apabila tidak menggunakan pakaian yang bermerk (merk terkenal).
2.Terjadinya kesenjangan budaya. Dengan munculnya dua kecenderungan yang kontradiktif. Kelompok yang mempertahankan tradisi dan sejarah sebagai sesuatu yang sakral dan penting (romantisme tradisi). Dan kelompok ke dua, yang melihat tradisi sebagai produk masa lalu yang hanya layak disimpan dalam etalase sejarah untuk dikenang (dekonstruksi tradisi/disconecting of culture).
3.Sebagai sarana kompetisi yang menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah posisi negara melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling menghancurkan.
4.Sebagai pembunuh pekerjaan. Sebagai akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per unit produksi, maka output mengalami peningkatan drastis sedangkan jumlah pekerjaan berkurang secara tajam.
5.Sebagai imperialisme budaya. Proses globalisasi membawa serta budaya barat, serta kecenderungan melecehkan nilai-nilai budaya tradisional.
6.Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis.. Proses globalisasi yang ganas telah melahirkan sedikit pemenang dan banyak pecundang, baik pada level individu, perusahaan maupun negara. Negara-negara yang harga dirinya diinjak-injak oleh negara-negara adi kuasa maka proses globalisasi yang merugikan ini merupakan atmosfer yang subur bagi tumbuhnya gerakan-gerakan populisme, nasionalisme dan fundamentalisme.
7.Malu menggunakan budaya asli Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang berada di wilayah Indonesia.

2.    Jelaskan perbedaan antara kebudayaan dan peradaban!
Untuk mengetahui apa perbedaan diantara kebudayaan dan peradaban maka dibutuhkan suatu bekal berupa apa itu kebudayaan dan apa itu peradaban maka dengan tahunya pengertian diantara keduanya maka kita dapat membandingkan perbedaan diantara kedunya.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
 Dengan pemahaman diatas bahwa dapat kita simak bahwa kebudayaan merupakan olah dari hasil buatan manusia untuk bagaimana manusia bisa menciptakan sesuatu yang akan menghasilkan suatu tradisi atau budaya didalam masyarakat dan menjaga hasil dari kebudayaan itu sendiri.kebudayaan bisa berasal dari turunan orang-orang jaman dahulu.. Kebudayaan sendiri bisa dikategorikan sebagai macam-macam jenisnya seperti yang telah dijelaskan oleh Edward diatas.
Manusia sebagai salah satu mahkluk yang berperan didalam mengatur dan melindungi suatu kebudayaan sendiri tentu saja memiliki sikap yang berbeda-beda, kebudayaan akan terealisasikan dengan baik yaitu jika bagaimana manusia tersebut dapat berfikir untuk dapat entah itu melestarikan, menjaga dan menghormati setiap budaya yang ada didalam ruang lingkup masyarakat yang berbeda-beda.
Kebudayaan dan masyarakatnya memiliki kekuatan yang mampu mengontrol, membentuk dan mencetak individu. Apagi manusia di samping makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial, maka perkembangan dan perilaku individu sangat mungkin dipengaruhi oleh kebudayaan. Atau boleh dikatakan, untuk membentuk karakter manusia paling tepat menggunakan pendekatan budaya.
Sedangkan arti peradaban sendiri ada kaitannya dengan suatu kebudayaan. Pengertian peradaban menurut  Samuel Huntington adalah nilai-niai, institusi-insittusi dan pola pikir yang menjadi bagian terpenting dari suatu masyarakat dan terwariskan dari suatu generasi ke generasi yang lainnya. Ada dua hal penting tentang pengertian paradaban dari Samuel Huntington ini yaitu tentang pola pikir , tata nilai, institusi dari suatu peradaban serta adanya upaya meneruskan institusi peradaban tersebut kepada generasi selanjutnya.  Atau peradaban dapat diartikan bahwa merupakan hasil dari kebudayaan itu sendiri. Peradaban tidak bisa terlepas dalam masyarakat didalam kurun waktu tertentu. Peradaban berkembang terus seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri.
Jadi perbedaan antara peradaban dengan kebudayaan terletak pada prosesnya dimana suatu kebudayaan merupakan hasil cipta (proses manusia mencipta) sesuatu yang baik nyata maupun abstrak sedangkan peradaban bagaimana proses menciptakan suatu peradaban didalam masyarakat itu sendiri.
Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban menurut Koentjoroningrat(1082, hal 9-10) membedakan antara kebudayaan dan peradaban. Kebudayaan adalah segala daya dan usaha manusia untuk mengubah alam atau keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar, beserta keseluruhan hasil budi dan kerjanya itu. Sedangkan peradaban menurutnya dapat disejajarkan dengan istilah inggris yaitu civilation, yang dipakai untuk bagian-bagian dan unsure kebudayaan yang halus dan indah. Peradaban sering dipakai untuk menyebut kebudayaan yang mempunyai system teknologi, seni bangunan, seni rupa, dll. Peradaban hanya menekankan pada unsure nurani di dalam budaya timur, mengapa perbedaan ini terjadi, dikarenakan sudut pandang antara orang Timur dan orang Barat yang sama sekali berbeda.



3.  Jelaskan konsep nilai dan system nilai budaya!
Konsep Nilai Budaya

Theodorson dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Oleh sebab itu, nilai dapat dilihat sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri.
Sedangkan yang dimaksud dengan nilai budaya itu sendiri sduah dirmuskan oleh beberapa ahli seperti :
·         Koentjaraningrat
Menurut Koentjaraningrat (1987:85) lain adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi – konsepsi  yang  hidup  dalam  alam  fikiran  sebahagian  besar  warga  masyarakat mengenai hal – hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai budaya yang dimiliki seseorang mempengaruhinya dalam menentukan alternatif, cara – cara, alat – alat, dan tujuan – tujuan pembuatan yang tersedia.
·         Clyde Kluckhohn dlam Pelly
Clyde Kluckhohn dalam Pelly (1994) mendefinisikan nilai budaya sebagai konsepsi umum yang terorganisasi, yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal – hal yang diingini dan tidak diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan orang dengan lingkungan dan sesama manusia.
·         Sumaatmadja dalam Marpaung
Sementara itu Sumaatmadja dalam Marpaung (2000) mengatakan bahwa pada perkembangan,  pengembangan,  penerapan  budaya  dalam  kehidupan,  berkembang pula nilai – nilai yang melekat di masyarakat yang mengatur keserasian, keselarasan, serta keseimbangan. Nilai tersebut dikonsepsikan sebagai nilai budaya.
Selanjutnya, bertitik tolak dari pendapat diatas, maka dapat dikatakan bahwa setiap individu dalam melaksanakan aktifitas vsosialnya selalu berdasarkan serta berpedoman kepada nilai – nilai atau system nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat itu sendiri. Artinya nilai – nilai itu sangat banyak mempengaruhi tindakan dan perilaku manusia, baik secara individual, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan tentang baik buruk, benar salah, patut atau tidak patut
Suatu nilai apabila sudah membudaya didalam diri seseorang, maka nilai itu akan dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk di dalam bertingkahlaku. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari – hari, misalnya budaya gotong royong, budaya malas, dan lain – lain. Jadi, secara universal, nilai itu merupakan pendorong bagi seseorang dalam mencapai tujuan tertentu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai budaya adalah suatu bentuk konsepsi umum yang dijadikan pedoman dan petunjuk di dalam bertingkah laku baik secara individual, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan tentang baik buruk, benar salah, patut atau tidak patut.
SISTEM NILAI BUDAYA
1.    Konsep Nilai Sistem Nilai Budaya
Menilai berarti memberi pertimbangan untuk menentukan apakah itu bermanfaat atau tidak, baik atau buruk, salah atau benar. Menurut Perry nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek. Sedangkan Popper nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik dan yang buruk. Sedangkan menurut Alvin L Bertrand nilai adalah perasaan tentang apa yang diinginkan ataupun yang tidak diinginkan, atau tentang apa yang boleh dan tidak boleh. Konsep-konsep tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian masyarakat akan membentuk system nilai nudaya.
2.   mempengaruhi kehidupan manusia, yaitu; Hidup Manusia, karya Manusia Pengembangan Sistem Nilai Budaya
Terdapat lima masalah pokok yang terdapat didalam system nilai budaya yang, Kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, Hubungan manusia dengan alam, Hubungan manusia dengan sesamanya.
System nilai budaya yang berorientasi pada lima masalah pokok ini, dapat dikembangkan dan dijabarkan menjadi beberapa pokok bahasan Ilmu Sosial Budaya Dasar, seperti manusia dan kebutuhan, kebutuhan dan peradaban, system nilai budaya, perubahan system nilai budaya, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab, dan nilai-nilai.
Sistem nilai budaya adalah konsepsi-konsepsi tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar anggota masyarakat, dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi sikap mental, cara berfikir, dan tingkah laku mereka. System nilai budaya adalah hasil pengalaman hidup yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadi kebiasaan yang berpola. Sistem nilai budaya yang berpola merupakan gambaran sikap dan tingkah laku anggota masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat.
 Referensi : 
digilib.unpas.ac.id/download.php?id=1016

Sabtu, 06 April 2013

Tradisi Penguburan Suku Dayak


Nama : Mutia Kartika Chandra
NPM : 55412174
Kelas : 1IA16

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang sebuah suku di kalimantan yaitu suku Dayak. Suku dayak merupakan suku yang cukup besar yang terletak di pulau Kalimantan. Suku dayak memiliki keanekaragaman yang merampah ruah sama halnya dengan suku-suku lain yang ada di Indonesia. Dari sekian banyaknya hal yang unik yang ada di suku dayak pada kali ini saya hanya akan membahas salah satu tradisi yang ada disana yaitu mengenai tradisi penguburan yang menurut saya unik yang dilakukan oleh orang-orang suku dayak ini. Suku dayak memiliki banyak suku didalamnya sehingga saya tidak menitik beratkan pada suku yang terdapat di suku dayak saya hanya akan membahas secara umumnya saja yang sering dikenal oleh khalayak.
Dalam setiap suku pasti mempunyai suat tradisi yang harus dihormati dan diikuti begitu pula dengan tradisi peguburan ini, tentu saja ada cara-cara khusus yang dilakukan. Orang dayak menganggap bahwa kematian adalah hal yang sakral sehingga mereka sangat mematuhi adat yang ada selama bertahun-tahun. Dan mereka pun beranggapan bahwa apabila orang yang meninggal belum dilakukan upacara kematian maka meyakini bahwa rohnya akan mengganggu yang masih hidup.
Jika orang dayak meninggal dunia, maka jenazah dimasukkan kedalam peti mati yang oleh masyarakat Dayak Ngaju disebut Raung, Dayak Ma’anyan menyebut tabela. Raung atau tabela ini berbentuk perahu sebagai simbol perjalanan roh dan diberi hiasan burung enggang (hornbill) sebagai simbol dunia atas. Tutup dan badan raung disatukan setelah jenazah dimasukkan lalu diikat dengan tali rotan yang dianyam yang disebut saluang. Ketika jenazah dimasukkan di dalam raung, beberapa benda kesayangan si arwah semasa hidupnya juga diikut sertakan bersamanya sebagai bekal kubur. Raung berisi jenazah dan bekal kubur tersebut ditanam di dalam tanah. Tetapi kuburan tersebut sementara sifatnya, sebab yang terpenting adalah upacara pelepasan roh yang oleh masing-masing etnik masyarakat dayak berdeda-beda penyebutannya. Baik upacara kematian Tiwah, Ijambe dan upacara Wara atau mabatur, merupakan upacara penguburan sekunder dengan pengambilan tulang-tulang untuk dipindahkan ke kuburan permanen. Di atas kuburan permanen itulah didirikan bangunan yang disebut pambak, Sandong adalah bangunan kubur sekunder berupa rumah panggung kecil yang terbuat dari kayu ulin. Di dalam sandong itu tersimpan tulang-belulang manusia setelah diselenggarakan upacara tiwah.untuk masyarakat Dayak Ngaju, tambak untuk Dayak Ma’anyan, Kriring untuk dayak Lawangan, dll
Upacara kematian baik tiwah, Ijambe dan upacara Wara atau mabatur, merupakan upacara yang bertujuan mengantarkan arwah ke dunia baka, dan merupakan puncak serta akhir dalam rangkaian upacara kematian orang-orang kaharingan. Upacara ini diselenggarakan biasanya selang setahun sampai dengan beberapa tahun setelah seseorang meninggal, tergantung dari kesiapan keluarga yang ditinggalkan dalam menyelenggarakan upacara. Upacara kematian ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan kosmos yang diharapkan dapat memberikan keselamatan baik kepada roh si mati maupun terhadap manusia yang ditinggalkan.
Sebagaimana telah diuraikan di depan, bahwa upacara kematian dilakukan sejalan dengan sistem kepercayaan yang dianut dan sistem kepercayaan tersebut adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Dayak . Jadi upacara dilaksanakan sesuai dengan pedoman-pedoman yang berlaku yang ada dalam kebudayaannya. Sedangkan untuk mengatur pelaksanaan upacara tersebut telah ada pranata-pranata khusus sehingga upacara dapat berjalan tertib dan teratur. Pekerjaan mengumpulkan tulang-tulang dan kemudian menempatkan ke dalam sandong telah memiliki aturan-aturan khusus yang telah berlaku secara turun temurun. Hal ini dapat kita lihat pada waktu orang-orang mengumpulkan sisa-sisa jenazah dengan urut-urutan sebagai berikut: mula-mula yang diambil adalah bagian kepala, menyusul bagian leher, badan dan seterusnya hingga ke ujung jari-jari kaki, kemudian dibungkus dan dimasukkan ke dalam wadah berupa peti kecil yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan kepercayaan bahwa roh nenek moyang selalu mempunyai hubungan dengan orang-orang yang masih hidup di terutama dengan sanak cucunya. Secara singkat makna religius dari upacara kematian adalah membangkitkan arwah untuk disucikan sekaligus diantarkan kedunianya.
Konsep kematian berbagai etnik masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan tersebut di atas, bersumber dari kepercayaan Kaharingan adalah Agama asli mayarakat dayak (penduduk pribumi Kalimantan) yang artinya adalah air kehidupan atau “ sesuatu yang tidak diketahui asal muasalnya”, menjadi acuan bagaimana manusia harus bertindak yang menekankan bahwa terdapat kehidupan setelah kematian. Konsep kepercayaan seperti itu sama dengan kepercayaan masyarakat prasejarah khususnya masyarakat megalitik yang didasari pandangan adanya hubungan antara yang hidup dengan yang mati, khususnya kepercayaan akan adanya pengaruh kuat dari roh manusia yang telah mati terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaan upacara kematian seperti misalnya upacara tiwah konsepsi kepercayaan prasejarah masih kuat sekali sebagaimana tercermin dalam bentuk-bentuk budaya materi yang sarat akan simbol-simbol kepercayaan terhadap roh leluhur. Hasil budaya materi tersebut di samping berupa sandong dan rarung yang dulu sengaja dibentuk menyerupai perahu simbol perjalanan roh, juga terdapat pada sapundu . Sapundu adalah patung berbentuk manusia dari kayu ulin sebagai personifikasi dari roh leluhur. Sapundu berfungsi untuk mengikat hewan korban dalam upacara tiwah. Patung ini dipercaya sebagai simbol roh manusia yang telah meninggal dan kehadirannya dalam upacara dimaksudkan sebagai spirit untuk mengangkat arwah menuju surga tertinggi. Setelah upacara tiwah selesai sapundu ini dipindahkan ke halaman rumah atau ditengah kampung, diharapkan roh leluhur dapat menjelma sebagai pelindung dan penjaga seluruh kampung.sebagai pengikat hewan korban kerbau dalam upacara tiwah. Upacara yang menuntut korban menurut Turner adalah upacara sentral dalam religi masyarakat yang sederhana.

 Pada kesimpulannya bahwa masyarakat dayak memiliki perbedaan penguburan dalam setiap daerahnya serta tata caranya pula yang berbeda-beda, namun hal itu merupakan hal yang sangat unik dan ciri khas dari setiap suku tersebut. Keanekaragaman budaya yang ada dan tradisi yang berbeda-beda menjadikan Indonesia menjadi lebih kaya akan suku budayanya serta hal lainnya yang membuat Indonesia berbeda dengan Negara lain.
sumber :

DINAMIKA PANCASILA


Indonesia sekarang ini tengah mengalami  kekacauan dan gejolak di dunia politik, entah itu karena melemahnya kader disetiap partai, adanya kesalahpahaman, hingga kasus yang menjerat para petinggi maupun keanggotaan di dalam suatu pemerintahan. Dengan adanya isu-isu tersebut dirasa melemahnya kinerja para pejabat negeri dalam mengelola sebuah Negara kecil ini, hingga membuat para masyarakat menyalurkan aspirasinya untuk ikut bersuara dengan menolak akan sebuah tanggung jawab yang diberikan pada pejabat negeri akan tetapi menimbulkan konflik dan masalah tersendiri.
Kasus besar yang tengah marak dan panas dibicarakan saat ini yaitu maraknya korupsi yang demikian tengah menyelimuti para pejabat negeri yang seakan-akan berlomba-lomba untuk melakukan tindakan korupsi. Korupsi di Negara ini sudah bagaikan debu yang berkeliaran. Apa yang menyebabkan mereka tega dan gelap mata akan perbuatan yang sangat merugikan Negara dan banyak orang yang hidup di dunia ini, mereka yang harusnya menjadi tiang dan panutan bagi rakyat beralih menjadi boomerang bagi rakyat dan Negara. Tidak sejalan dengan sumpah dan janji yang mereka ikrar setelah terpilih untuk bertanggung jawab dan berperan sebagai pengelola kenegaraan serta etika dalam bekerja. Seakan menikmati dan memuaskan diri dengan apa yang tengah didapat serta menyempatkan keadaan yang ada dan menjadi lahan bagi sebagian dari mereka untuk melakukan tindakan tersebut.
Dalam pembahasan kali ini saya mengutip sebuah contoh pelanggaran terhadap nilai pancasila mengenai Tindakan TIPIKOR yang mencecar salah satu pelaku yang disebut-sebut mendapatkan jatah mengenai proyek Al-Quran. Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mencecar F soal pembagian jatah fee proyek Alquran. Hakim menanyakan adanya pihak lain yang berinisial p dalam daftar penerima fee.

hakim anggota bertanya pada f tentang penerimaan dana oleh p, kepada f yang telah bersaksi. F mengatakan bahwa p tidak mendapatkan apapun dan dirinya hanya catut.
Dia mengakui menuliskan nama P dalam secarik kertas. Namun jatah fee P diambil untuk F. F mengatakan bahwa ia mengambil 0,5 persen sekitar Rp 200-300 juta. Demi Allah (nama P, red) hanya saya catut," ucap Fahd berusaha meyakinkan hakim.
Dalam surat dakwaan jaksa, terdapat pembagian fee terkait proyek Alquran dan laboratorium di kemenag. F menuliskannya dalam lembaran kertas. Dari pekerjaan pengadaan laboratorium computer senilai Rp. 31,2 miliar, P ditulis mendapat jatah 1 persen. Sedangkan, dalam pekerjaan pengadaan Alquran dengan nilai Rp 22 miliar tahun anggaran 2011,jatah fee P ditulis sebesar 3,5 persen.Soal ini P sudah membantahnya. Dia mengatakan bahwa dia tidak tahu menahu dan dia memastikan bahwa dia clean terkait masalah itu
. Kasus tersebut telah melanggar perundang-undangan tentang tindak pidana korupsi. Kasus ini tengah menjadi perbincangan dikalangan masyarakat maupun para pihak Tipikor .Kasus tersebut tengah diproses untuk mencari siapa aja orang-orang yang terlibat didalam proyek pembuatan Al-Quran. Mungkin memang sekarang ini apa saja telah dihalalkan demi mendapatkan uang, sehingga betapa tidak pantasnya bahwa kitab suci pemeluk agama Islam yang sangat mulia tersebut masih bisa saja untuk dikorupsi yang lebih mengherankannya lagi bahwa mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang terpelajar dan memiliki iman bahkan mereka pula beragama Islam, tetapi entah tau kenapa dan apa yang ada dipikiran mereka sehingga perbuatan dosa tersebut bisa dilakukannya dan tidak menghiraukan apa dampak yang akan terjadi setelah mereka melakukan hal itu.
Kasus ini bila dipandang dari segi ilmu pancasila, memang sangat berkesinambungan. Pancasila saat ini menurut saya masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat, mungkin sedikitnya orang yang menyadari dan merasakan sendiri dalam kehidupannya sementara yang lainnya tengah memikirkan hidupnya masing-masing, untuk bagaimana hidup dengan baik di dunia ini. Salah satu sila pancasila menyebutkan bahwa Ketuhanan yang Maha Esa yang merupakan sila pertama adalah pemersatu bangsa dan menghargai setiap Agama yang dianut oleh setiap masyarakat sehingga tidak diperkenankan bagi siapapun yang membedakan maupun menghina agama masing-masing. Serta adanya toleransi terhadap perbedaan agama.  Sementara itu kasus korupsi ini telah melecehkan nama Islam dimata pemeluknya karena bagi agama Islam kitab Al-Quran merupakan pedoman bagi hidup dan merupakan kitab yang sangat mulia sehingga bagi pemeluknya apabila seseorang melakukan tindakan yang tidak baik bahkan melecehkan Al-Quran merupakan dosa besar dan perbuatan yang sangat tidak terpuji. Mengapa harus melakukan tindakan tersebut padahal proyek pembuatan Al-Quran tersebut apabila dilakukan dengan sebagaiman seharusnya proyek tersebut berjalan akan menguntugkan bagi pemeluk agama islam sehingga mereka bisa membaca Al-Quran dengan cetakan yang baru dan mengamalkannya. Selain melanggar sila pancasila yang pertama perbuatan tersebut pun dikategorikan dalam sila ke 2 bahwa kemanusiaan harus adil dan beradab, dan kasus ini menjerat orang-orang yang berbuat tidak beradab sepertinya di Negara ini banyak setidaknya yang masih belum beradab. sehingga bisa melakukan tindakan korupsi dan hal ini merupakan tidak adil bagi masyarakat yang memeluk Agama islam bahwa mereka yang melakukan tindakan tersebut masih belum dipastikan mengenai serinci-rincinya maksud dan tindakan para pelaku melakukan korupsi dan siapa saja yang termasuk didalamnya sehingga dikatakan tidak adil apabila mereka tidak diadili oleh hukum yang seberat-beratnya yang dikaitkan dengan pasal yang mereka langgar, akan tetapi meskipun para pelaku telah diadili tetap saja akan mencoreng nama baik Islam dimata Agama lain yang akan dapat menodai Islam itu sendiri. Dengan mayoritas penduduk Indonesia sendiri adalah agama islam, dirasa kasus ini perlu penanganan yang se efisiensi mungkin menghindari adanya perbuatan yang sangat mencoreng ini, sama saja artinya dengan menginjak-nginjak harga diri sendiri.  Dengan adanya masalah ini seharusnya para pejabat negeri ini bisa berkaca dengan setiap masalah yang ada dengan tidak melakukan hal-hal yang membuat ketidaknyamanan bagi masyarakat dan berlaku jujur untuk setiap tanggung jawab yang dihadapkan padanya. Pancasila tidak akan pernah luput dari bayang-bayang kehidupan masyarakat, dengan kesadaran untuk bersikap menghargai dirasa hal tersebut setidaknya mengingatkan kita untuk memagari diri dalam melakukan suatu perbuatan, sehingga tidak akan menimbulkan berbagai macam problematika yang akan membuat hidup semakin rumit. Pancasila sendiri seharusnya bisa benar-benar tertanam sangat dalam dan memahami arti dari diadakannya pancasila tersebut untuk apa sehingga bisa dianut dan dipercayai bagi seluru rakyat penghuni wilayah Indonesia ini. Pelajaran mengenai pancasila tidaklah cukup bila hanya dalam teori yang ada tetapi pancasila bisa dikaitkan dan tanpa sadari bahwa pancasila selalu ada disetiap kehidupan sehari-hari kita, hanya saja tidak adanya rasa kepedulian mengenai bagaimana itu pancasila. Pertanyaannya adalah sampai saat ini bagaimana melakukan suatu cara yang sangat paten untuk menghargai dan mengingat pancasila yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat. Sehingga para pemerintah pun menitik beratkan tindakan yang mereka lakukan mendasar kepada pancasila yang ada dan berusaha untuk mempertahankan pancasila agar tidak terhapus dan tersisihkan.Akan tetapi masih ada para petinggi negeri yang masih sebelah mata dan khilaf dalam menghadapi tantangan pekerjaan yang ada. Apa upaya yang dilakukan pemerintah dengan pancasila yang ada, kasus ini  sudah melanggar point-point yang terkandung dalam pancasila. Tinggal bagaimana pemerintah menyelesaikan masalah ini dengan seadil-adilnya. Semestinya di era sekarang ini agar pancasila memiliki nilai yang berarti disetiap masyarakat harus menjadikan pancasila itu sendiri benar-benar ada dan mengkaji setiap kalimat yang terkandung dalam pancasila memiliki arti yang sangat begitu bergunanya bagi masyarakat Indonesia. Serta kesadaran para penerus bangsa ini agar lebih peduli dengan perkembangan yang terjadi di dunia politik serta kenegaraan.

Sumber :  
Kamis, 21/03/2013 21:23 WIB